Terminal Baru Ngawi Saksi Bisu Kota Mati
Home »
Seputar Daerah
» Terminal Baru Ngawi Saksi Bisu Kota Mati
Siapa sangka dan siapa duga terminal kebanggaan orang ngawi yang menghabiskan banyak uang rakyat tak berfungsi lagi seperti layaknya terminal, "Sepi" mungkin kata itulah yang kini terbenak dalam pikiran masyarakat. Dimana selama ini uang rakyat yang digunakan untuk biaya renofasi?
Seperti yang dikutip sebelumnya, konon ada dana perawatan yang di gelontorkan sekitar Rp 100 juta per tahun melalui pos APBD Kabupaten Ngawi. Namun yang membuat tanda tanya besar hingga sekarang ini jumlah nominal anggaran perawatan berkala maupun rutin tidak jelas keberadaanya.
Terminal yang diresmikan oleh Presiden 6 Susilo Bambang Yudhoyono ini terancam mati karena masyarakat tak ada lagi yang mau menunggu bis di terminal itu, mereka lebih memilih menunggu bis di terminal lama yang kini digunakan sebagai GOR Bung Hatta, ini semakin menunjukkan bahwa ngawi memang kota yang sulit berkembang, karena setiap proyek pemerintah di dasari kepentingan politik.
Anas Hamidi anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Ngawi mengaku kecewa terhadap Dinas Perhubungan (Dishub) yang seolah-olah tidak mau ambil pusing dengan terminal.
“Kalau Dishub tidak mau disorot seharusnya tahulah kebutuhan apa yang dijadikan prioritas ke terminal itu, apalagi saat ini menjelang lebaran seharusnya memberikan kenyamanan bagi penumpang ataupun pengguna terminal itu sendiri,” kupasnya.
Julukan "Kota Mati" memang terlihat tidak asing di telinga orang ngawi sendiri, Namun, Saya sebagai orang Ngawi asli tetap merasa bangga dan ingin memajukan kota yang sudah menjadi momok pembicaraan di kota kota lain.
Jadi, bagaimana menurut kalian? Tinggalkan komentar kalian jika kalian masih peduli dengan kota kita ini, sampai bertemu di artikel saya berikutnya.
dikutip oleh: Fariz Ichsan

0 komentar:
Posting Komentar